SEKILAS INFO
  • 5 bulan yang lalu / JADWAL KAJIAN AQIDAH TAUHID ASWAJA DR. KH. KHOLILURROHMAN, MA MASJID LATHIIFUSSALAAM – RS. BHAKTI ASIH KOTA TANGERANG SETIAP JUM’AT DAN MINGGU SETELAH SHALAT MAGHRIB PEMBAHASAN KITAB SYARH JAUHARATUTTAUHID
  • 5 bulan yang lalu / JADWAL KAJIAN MAJELIS SUBUH NURUL HIKMAH SETIAP HARI SETELAH SHALAT SUBUH KITAB YANG DI KAJI SAAT INI RIYADHU ASH-SHALIHIN
  • 5 bulan yang lalu / JADWAL KAJIAN TAUHID ASWAJA DR. KH. KHOLILURROHMAN, MA DI MASJID AL-MADINAH CBD CILEDUG KOTA TANGERANG SETIAP SABTU SETELAH SHALAT MAGHRIB KITAB SYARH MATAN AQIDATUL AWAM
JAM :

Meluruskan Kekeliruan Terjemah Al-Qur’an Kemenag RI Dan Tafsirnya Tentang Istiwâ’ Allah

Terbit 13 Oktober 2021 | Oleh : Pondok Pesantren Nurul Hikmah | Kategori :
Meluruskan Kekeliruan Terjemah Al-Qur’an Kemenag RI Dan Tafsirnya Tentang Istiwâ’ Allah
Download
Download is available until [expire_date]
  • Version 1
  • Download 77
  • File Size 1.84 MB
  • File Count 1
  • Create Date Oktober 13, 2021
  • Last Updated Oktober 13, 2021

Meluruskan Kekeliruan Terjemah Al-Qur’an Kemenag RI Dan Tafsirnya Tentang Istiwâ’ Allah

Segala puji bagi Allah, Shalawat dan Salam semoga  senantiasa tercurah atas Rasulullah, Keluarga, dan para sahabatnya, serta para pengikutnya hingga hari Kiamat kelak.

Ada beberapa poin yang hendak penyusun ungkapkan di bagian pengantar ini, sebagai berikut:

Satu, Penulis mengungkap kekeliruan fatal terjemah Al-Qur’an dan Tafsirnya versi Kemenag RI, khusus membahas makna Istawâ yang disandarkan kepada Allah, semata-mata untuk tujuan saling mengingatkan dan saling manasihati, serta menempatkan masalah secara proporsional, sedikitpun bukan untuk tujuan dunia, popularitas, terlebih konfrontasi. Apa yang dipublis pihak Kemenag dengan terjemah harfiah terhadap beberapa ayat Al-Qur’an, terutama menyangkut ayat-ayat mutasyâbihât; sangat merisihkan, bahkan sangat mengkhawatirkan. Ungkapan akidah tasybîh sangat jelas sekali dalam terjemah-terjemah harfiah tersebut. Salah satunya, dan yang paling krusial adalah dalam tema Istiwâ Allah.

Dua, apa yang penulis tuangkan dalam buku ini hampir seluruhnya adalah kutipan-kutipan dari perkataan para ulama mu’tabar, lengkap dengan teks aslinya dalam bahasa Arab. Kepentingannya, untuk menegaskan bahwa itulah apa yang diyakini oleh para ulama kita, sehingga pada posisi ini penulis hanya bertugas menyusun dan menerjemahkan saja. Maka setiap “tuduhan” yang tertuang dalam buku ini bukan semata-mata timbul dari hawa nafsu penulis, namun semua itu memiliki rujukan yang pasti. Sehingga dapat dikatakan bahwa konteks tema ini sebenarnya adalah Kemenag vis a vis ulama dengan karya-karya mereka.

Tiga, Terjemah Al-Qur’an versi Kemenag yang penulis angkat dalam bahasan tema ini adalah yang dipublis pihak Kemenag di https://quran.kemenag.go.id/. Oleh karena website tersebut adalah resmi di bawah Kemenag RI yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, maka apa yang menjadi kekhawatiran penulis pada poin nomor dua sangat kuat dan beralasan. Tentu, kita semua berupaya untuk menghidari akidah tasybîh dan tajsîm.

Empat, sebenarnya penulis, juga beberapa rekan, sudah berupaya mengirim “catatan” (koresponden) dengan pihak Kemenag di kolom saran, khusus dalam tema ini, hanya saja “hasil akhir” yang dipublikasi masih tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka penyusunan buku ini diharapkan dapat lebih komprehensif dalam membahas tema di atas, sehingga semua pokok masalahnya dapat didudukan secara proporsional.

Lima, setiap muslim wajib mentauhidkan Allah, yaitu meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah, dan bahwa Dia tidak menyerupai suatu apapun dari segala ciptaan-Nya. Allah bukan benda, dan sifat-sifat Allah bukan sifat-sifat benda. Termasuk wajib berkeyakinan bahwa Allah ada tanpa tempat dan tanpa arah. Lebih luas bahasan tema telah kami tuangkan dari berbagai kitab para ulama terkemuka dari masa ke masa, dalam bentuk terjemah lengkap dengan teks aslinya; berbahasa Arab. Gratis dapat didownload di https://www.nurulhikmah.ponpes.id/download/penjelasan-lengkap-allah-ada-tanpa-tempat/.

Semoga buku yang ada di tangan pembaca ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun, keluarga, kerabat dan bagi umat Islam pada umumnya dalam upaya menjaga kemurnian akidah tanzîh, dan berpegang teguh dengan tauhid suci. Dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan. Allâh A’lam.

 

Banten, 10 al-Muharram 1443 H

 

Dr. H. Kholil Abu Fateh

Dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta

SebelumnyaJADWAL PETUGAS SHALAT JUM'AT PERIODE JUNI - DESEMBER 2021 Sesudahnyaالـمُــذكِّــــرَة فِـي الـمُتُـــــوْنِ الـمُقَــــرَّرة

Berita Lainnya

0 Komentar