SEKILAS INFO
  • 5 bulan yang lalu / JADWAL KAJIAN AQIDAH TAUHID ASWAJA DR. KH. KHOLILURROHMAN, MA MASJID LATHIIFUSSALAAM – RS. BHAKTI ASIH KOTA TANGERANG SETIAP JUM’AT DAN MINGGU SETELAH SHALAT MAGHRIB PEMBAHASAN KITAB SYARH JAUHARATUTTAUHID
  • 5 bulan yang lalu / JADWAL KAJIAN MAJELIS SUBUH NURUL HIKMAH SETIAP HARI SETELAH SHALAT SUBUH KITAB YANG DI KAJI SAAT INI RIYADHU ASH-SHALIHIN
  • 5 bulan yang lalu / JADWAL KAJIAN TAUHID ASWAJA DR. KH. KHOLILURROHMAN, MA DI MASJID AL-MADINAH CBD CILEDUG KOTA TANGERANG SETIAP SABTU SETELAH SHALAT MAGHRIB KITAB SYARH MATAN AQIDATUL AWAM
JAM :

HADITS JIBRIL; DASAR-DASAR IMAN YANG ENAM (Iman Dengan Hari Akhir)

Terbit 18 Juni 2021 | Oleh : Pondok Pesantren Nurul Hikmah | Kategori : Catatan Aqidah
HADITS JIBRIL; DASAR-DASAR IMAN YANG ENAM (Iman Dengan Hari Akhir)
IMAN DENGAN HARI AKHIR Di antara dasar-dasar dan pokok-pokokiman yang enam  ialah beriman kepada hariakhir, yaitu hari kiamat. Peristiwa hari kiamat ini dari mulai dibangkitkannyaseluruh jasad manusia dari kubur atau dari kematiannya dan berakhir setelahditempatkannya penduduk surga di surga dan pernduduk neraka di neraka. Makna“kehidupan akhirat” yang dimaksud adalah kehidupan pada hari kiamat, dan kehidupansetelah menetapnya penduduk surga di surga dan penduduk neraka di neraka yangtidak berpenghabisan. Artinya, bahwa kehidupan abadi setelah kematian tersebutdisebut dengan kehidupan akhirat. Seluruh manusia dan makhlukhidup lainnya akan mengalami kematian. Setelah Malaikat Israfil melaksanakanperintah Allah untuk meniup sangkakala (ash-Shur) maka seluruh makhlukhidup akan mengalami kematian. Kemudian, pada hari kebangkitan, Allah akanmengembalikan seluruh jasad, baik yang masih utuh atau yang telah hancurdimakan tanah, menjadi seperti sediakala dengan ruhnya masing-masing. Proses peristiwa kiamat ini, yaitudari mulai dibangkitkannya seluruh makhluk yang talah mati hingga berakhirdengan menetapnya penduduk surga di surga dan penduduk neraka di neraka,berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Yaitu dalam waktu 50.000 (lima puluh ribu) tahundalam hitungan kita. Tentang ini Allah berfirman:

فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ (المعارج:4)

“(Kiamat itu) terjadi dalamsehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun”. (QS. al-Ma’arij: 4) Di saat itu seluruh makhlukdikumpulkan di atas bumi yang telah diganti oleh Allah (al-Ardlal-Mubaddalah).  Bumi yang kitatempati sekarang ini dihari kiamat nanti akan dihancurkan, akan diseret keneraka Jahannam dan dimasukan ke dalamnya. Allah akan menggantikannya denganbumi yang lain. Pada bumi yang baru ini tidak ada pepohonan, tidak adasungai-sungai, tidak ada gunung-gunung, serta bumi tersebut berbentuk datar danberwarna putih. Seluruh makhluk yang pernah hidup dari bangsa manusia, bangsa jin,hingga seluruh binatang akan dibangkitkan dan dikumpulkan pada bumi yang baruini. Di bumi yang baru ini, bintang-bintang akan saling membalas (Qishah)antara mereka atas perlakuan sesamanya ketika mereka hidup di dunia. Setelahitu kemudian mereka akan menjadi debu. Dan di saat itulah orang-orang kafirakan mendapatkan penyesalah yang tiada tara,mereka akan berkata: “Seandainya saja kami seperti binatang-bintang tersebutdan menjadi debu…!”. Mereka berangan-angan demikian karena sangat beratnyapertanggungjawaban yang ada di hadapan mereka. Sementara bintang-bintangtersebut telah menjadi debu dan terbebas dari segala pertanggungjawaban. Padahari kiamat yang terjadi dalam jangka limapuluh ribu tahun dalam hitungan kita tersebut, seluruh manusia akan melewati lima puluh peristiwa (Mauqif).Di antaranya adalah sebagai berikut: 1.     al-Ba’ats. Yaitu peristiwa kebangkitan dan keluarnya seluruhmakhluk yang mati dari kubur mereka atau dari kematian masing-masing setelahjasad mereka yang hancur dimakan tanah dikembalikan oleh Allah sepertisediakala dengan ruh-ruhnya. Namun demikian ada beberapa golongan yang jasadmereka tidak hancur dimakan tanah. Di antaranya jasad para Nabi Allah, paraSyuhada (yaitu orang-orang yang maninggal dalam peperangan membela agama Allah),dan sebagian para wali Allah. Tentang peristiwa al-Ba’ts ini Allahberfirman:

ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ (المؤمنون: 16)

“Kemudian sesungguhnya kalianpada hari kiamat akan dibangkitkan”. (QS. al-Mu’minun: 16) 2.     al-Hasyr. Yaitu peristiwa dikumpulkan dan digiringnnya manusia setelah keluardan dibangkitkan dari kematian mereka masing-masing ke suatu tempat. Manusiasaat itu terbagi kepada tiga golongan. Golongan pertama dalam keadaankesenangan, mereka dalam keadaan makan, minum, berpakaian indah, serta berkendaraandi atas unta-unta yang pelananya terbuat dari emas. Mereka adalah orang-orangyang bertakwa. Golongan kedua dalam keadaan telanjang tanpa pakaian dan tanpaalas kaki. Mereka adalah orang-orang fasik atau para pelaku dosa-dosa besardari orang-orang Islam. Dan golongan ketiga dalam keadaan telanjang tanpapakaian dan tanpa alas kaki, dan dengan diseret di atas wajah-wajah mereka olehpara Malaikat. Artinya diseret dengan posisi badan terbalik, kepala merekadibawah dan bagian kaki mereka berada di arah atas. Golongan ketiga ini adalahorang-orang kafir. Tentang golongan ketiga ini Allah berfirman:

وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا (الإسراء: 97)

“Dan Kami (Allah) akanmengumpulkan mereka pada hari kiamat (dengan diseret) di atas wajah-wajahmereka dalam keadaan buta, bisu, dan tuli”. (QS. al-Isra: 97). 3.     al-Hisab. Peristiwa ini ialah proses di mana seluruh manusia akan diperlihatkankepada mereka segala apa yang telah mereka perbuat di duania. Allah akanmemperdengarkan Kalam-Nya kepada mereka semua; Kalam Allah yang bukan huruf-huruf,bukan suara, dan bukan bahasa. Orang-orang beriman akan sangat bergembira saatitu. Sementara orang-orang kafir akan ditimpa kesedihan, kesengsaraan danketakutan yang luar biasa, karena sama sekali mereka tidak memiliki amalkebaikan. 4.     al-Mizan. Yaitu neraca dengan dua mata timbangan. Bila sebelah mata timbanganyang berisi kebaikan dari seorang mukmin lebih berat dari mata timbangan yangberisi keburukannya maka ia akan langsung masuk ke surga tanpa mendapatkanadzab sedikitpun. Namun bila sebaliknya, yaitu mata timbangan keburukannyalebih berat dari pada mata timbangan kebaikannya, maka ia memiliki duakemungkinan keadaan. Kemungkinan pertama, ia akan dimasukan ke dalam neraka,namun pada akhirnya setelah menjalani siksaan yang dikehendaki oleh Allahatasnya, ia akan dikeluarkan dari neraka tersebut dan akan dimasukan ke dalamsurga. Atau kemungkinan kedua, ia akan diampuni dari dosa-dosanya tersebut olehAllah, dan dengan demikian ia akan langsung dimasukan ke dalam surga tanpaterlebih dahulu masuk ke neraka. Tentang al-Mizan Allah berfirman:

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ (الأعراف: 8)

“Dan timbangan pada hari ituadalah sesuatu yang hak adanya”. (QS. al-A’raf: 8). Adapunorang-orang kafir sama sekali tidak memiliki kebaikan. Saat itu hanya keburukanmereka saja yang akan diletakan di sebelah neraca timbangan. Walaupun mereka sedikitpuntidak memiliki kebaikan, namun proses penimbangan amalan ini tetap diberlakukanterhadap mereka agar mereka bertambah menyesal. Adapunkebaikan yang pernah dilakukan oleh orang-orang kafir tersebut di dunia,seperti menolong orang-orang yang sedang kesulitan, memberi makan fakir miskin,dan lainnya, maka semua kebaikan tersebut sepenuhnya dibalas langsung olehAllah di dalam kehidupan dunia pula. Hingga ketika mereka datang ke akhiratkelak mereka tidak mendapati sedikitpun balasan dari kebaikan-kebaikan yangtelah mereka lakukan. Dalam sebuah hadits Shahih, Rasulullah bersabda:

وَأمّا الكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنِاتِهِ حَتّى إذَا أفْضَى إلَى الآخِرَةِ لَمْ يَكُنْ لَهُ مِنْهَا نَصِيْبٌ (رواه مسلم)

“Adapunorang kafir maka ia diberi makan (rizki) dari kebaikan-kebaikan yang iaperbuat, hingga bila datang ke akhirat nanti ia sedikitpun tidak mendapatkanbalasan dari kebaikan-kebaikan tersebut”. (HR. Muslim). Orang-orangkafir tersebut akan dimasukan ke dalam neraka, dan mereka akan tetap selamanyaberada di dalam neraka tersebut hingga waktu yang tidak terbatas. 5.     ash-Shirath. Yaitu jembatang yang dibentang di atas neraka. Satuujungnya berada di bumi yang telah diganti oleh Allah (al-Ardl al-Mubaddalah),dan ujung lainnya berada pada suatu tempat menuju ke surga. Sebagianorang-orang mukmin ada yang melewati jembatan tersebut tanpa menginjaknya,tetapi terbang di atasnya dengan sangat cepat. Sebagian lainnya dari orang-orangmukmin tersebut ada yang menginjaknya. Dan dari golongan ini ada sebagianmereka yang selamat melewati jembatan tersebut, namun ada sebagian lainnya yangtidak selamat dan jatuh ke dalam neraka. Adapun orang-orang kafir tidak adayang melewati jembatan tersebut, namun semuanya akan diseret olah para Malaikatdan langsung dimasukan ke dalam neraka. Tentang ash-Shirath,Allah berfirman:

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا (مريم: 71)

“Dan sesungguhnya setiaporang dari kalian akan mendatanginya (Neraka)”. (QS. Maryam: 71) Yang dimaksud ayat ini bukanberarti seluruh manusia akan masuk ke dalam neraka Jahannam. Karena kata “al-Wurud”(yang secara harfiyah bermakna datang) dalam penggunaan bahasa Arabmemiliki dua makna. Pertama, Wurud ‘Ubur; artinya datang dan melewati.Kedua, Wurud Dukhul, artinya datang dan masuk. Adapun tentang apa yang disebutkan dalam beberapa riwayat bahwajembatan (Ash-Shirath) ini bentuknya lebih kecil dari pada sehelairambut dan lebih tajam dari pada pedang, seperti sebuah hadits yangdiriwayatkan oleh al-Imam Muslim, maka yang dimaksud bukan dalampengertian hakekat. Tapi itu semua sebagai gambarang metaporis, untukmenunjukan bahwa jembatan tersebut sangat berbahaya. Hal ini karena untukmelewati jembatan tersebut tergantung kepada kebaikan-kebaikan yang telahdilakukan di dunia. 6.     al-Haudl. Yaitu telaga yang telah disediakan bagi penduduk surga sebelum merekamemasuki tempat masing-masing di dalam surga. Orang-orang mukmin akan minumdari air telaga tersebut sebelum mereka masuk ke dalam surga, setelah itumereka tidak akan merasakan haus selamanya. Setiap Nabi dianugerahi satu telagaoleh Allah, dan telaga yang paling luas adalah telaga nabi Muhammad. Dalamsebuah hadits diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dari sahabat‘Abdullah ibn ‘Amr bahwa Rasulullah bersabda:

حَوْضِ يْمَسِيْرَةَ شَهْرٍ، مَاؤُهُ أبْيَضُ مِنَ اللّبَن، وَرِيْحُهُ أطْيَبُ مِنَ الِمسْكِ، وَكَيْزَانُهُ كَنُجُوْمِ السّمَاءِ، مَنْ شَرِبَ مِنْهَا لَا يَظْمَأ أبَدًا (رواه البخاري)

“Luas telagaku sejarakperjalanan satu bulan, airnya lebih putih dari pada air susu, wanginya lebihsemerbak dari pada minyak misik, gelas-gelasnya tersedia seperti ribuan bintangdi langit, orang mukmin yang telah minum darinya tidak akan merasakan hausselamanya”. (HR. al-Bukhari). Tanda-Tanda Hari Kiamat Tanda-tanda hari kiamat adadua, tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar. Diantara tanda-tanda kecil, sebagaimanadisebutkan dalam beberapa riwayat, adalah menyebarnya para penceramah yangmemperdengarkan materi-materi yang buruk (Khuthaba’ as-Su’), banyakterjadi gempa, hilangnya keseimbangan gunung-gunung dari pancangnya, banyakterjadi kebohongan dan penipuan, banyak bangunan-bangungan mencakar langit,banyak orang yang mengaku menjadi nabi, menyebarnya berbagai penyakit yangtidak pernah dikenal sebelumnya, banyak terjadi perubahan cuaca, menyebarnyakebodohan dalam masalah ilmu agama, banyak terjadi kezhaliman dan pembunuhan,pasar-pasar semakin ramai dan saling berdekatan, waktu seakan cepat berlalu,tersebarnya musuh-musuh Islam dari berbagai penjuru yang selalu berusahamenghancurkan umat Islam hingga orang-orang Islam saat itu ibarat sebuahhidangan berada di tengah meja makan yang siap disantap dari berbagai arah, danbanyak menyebarnya perzinahan di berbagai tempat. Yang terakhir disebutkan inibahkan secara gamblang diriwayatkan dalam hadits riwayat al-Imam Muslim,al-Imam Ahmad ibn Hanbal dan al-Imam al-Baihaqi bahwa merekaadalah wanita-wanita yang hanya menutup sebagian kecil auratnya saja, merekamembiarkan bagian-bagian tubuhnya terbuka untuk mengundang berbagai fitnah. Danbahkan mereka mengajak kaum laki-laki untuk berbuat zina. Benar, sebagian besardari tanda-tanda kiamat ini telah terjadi di masa sekarang. Semoga Allahmenyelamatkan kita dari fitnah zaman yang rusak ini. Amin Di antara tanda-tanda kecillainnya dari hari kiamat adalah munculnya Imam Mahdi. Beliau terlahir darigaris keturunan Rasulullah, memiliki nama yang sama dengan nama Rasulullahsendiri, yaitu Muhammad. Demikian pula nama ayahnya sama dengan nama ayahRasulullah, yaitu ‘Abdullah. Dalam sebuah Hadits diriwayatkan dari sahabat‘Abdullah ibn Mas’ud, bahwa Rasulullah bersabda:

لَا تَقُوْمُ السّاعَةُ حَتّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أهْلِ بَيْتِيْ يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِيْ وَاسْمُ أبِيْهِ اسْمَ أبِي فيَمْلَأُهَا قِسطاً وَعَدْلًا (رواه ابن حبان وأبو داود والترمذيوالحاكم)

“Tidak akan datang harikiamat hingga manusia akan dipimpin oleh seorang yang berasal dari keturunankuyang namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku, iaakan menjadikan bumi penuh dengan keadilan”. (HR. al-Imam Ibn Hibbandalam kitab Shahih, al-Imam Abu Dawud dalam kitab Sunan, al-Imamat-Tirmidzi dalam kitab Jami’, dan al-Imam al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak). Adapun tanda-tanda besar darihari kiamat ada sepuluh. Yaitu; keluar Dajjal, turun Nabi ‘Isa ibn Maryam darilangit, keluar kaum Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari arah barat, keluarbinatang (ad-Dabbah) yang berasal dari perut bumi, menyebar asap yangakan menutupi bumi, bumi terbelah dan akan menelan segala apa yang berada diatasnya, terjadi gerhana di arah timur dan barat serta di jazirah Arab, dankeluarnya api dari dasar ‘Adn (salah satu wilayah di negara Yaman) yang akanmenggiring manusia ke arah terbenamnya matahari. Dalambeberapa hadits Shahih yang diriwayatkan oleh al-Imam Abu Dawud, al-ImamAhamd, al-Imam al-Baihaqi dan lainnya disebutkan bahwa Nabi ‘Isaketika turun beliau akan memerangi orang-orang kafir, akan menegakanhukum-hukum Islam, menghancurkan salib, membunuh seluruh babi, membebaskansegala bentuk pajak, dan menghancurkan semua agama kecuali agama Islam, danbeliau juga akan membunuh Dajjal. Nabi ‘Isa akan hidup di muka bumi ini selamaempat puluh tahun, selanjutnya beliau akan meninggal dan jasadnya akandishalatkan oleh orang-orang Islam. Wa Allahu A’lam Biash-Shawab.   Kholilurrohman, al-Asy’ari asy-Syafi’i ar-Rifa’i al-Qadiri
SebelumnyaHADITS JIBRIL; DASAR-DASAR IMAN YANG ENAM (Iman Dengan Para Rasul) SesudahnyaHADITS JIBRIL; DASAR-DASAR IMAN YANG ENAM (Iman Dengan Qadla Dan Qadar)

Tausiyah Lainnya